RESUME SEKOLAH PENGADER DAN PELATIHAN KEPANITIAAN
Ø DAY
1
Kaderisasi (
Pengaderan Massal)
Oleh : Bapak Akhmad
Guntar
Pengaderan adalah proses
jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi-potensi kader dengan cara mentransfer dan menanamkan nilai-nilai
tertentu (transfer world knowledge). Pengaderan melakukan pembelajaran orang
dewasa.
Tujuan Pengaderan
adalah :
1. Membuat maba
lebih pede sekaligus lebih rendah
hati
2. Membuat maba
kenal satu sama lain
3. Membuat maba
lebih pintar dalam belajar
4. Membuat maba lebih
familiar dengan kehidupan
kampus
5. Memupuk mindset
mahasiswa kepada maba
Elemen-elemen dalam
kaderisasi :
1.
SC (Steering Comitte)
2.
IC (Instructure Comite)
3.
OC (Organizing Comitte)
Apa yang harus kita lakukan terhadap Mahasiswa Baru ?
1.
Pembelajaran
yang cepat dan efekif adalah dengan mencontohkan
2.
Samakan
persepsi kita dengan MaBa
3.
Nyambung
dengan kebutuhan MaBa
4.
Sesuai
dengan hal konkret (Nyata)
5.
Jika
menyampaikan hal baru maka sambungkan dengan pengetahuan yang sudah MaBa miliki
6.
Let
them do let them self
7.
Biarkan
mereka melakukan berulang kali
RESUME SEKOLAH PENGADER DAN PELATIHAN KEPANITIAAN
Ø DAY
2
Kaderisasi
(Instructure Committee)
Oleh : Risky Vivianti
Pengaderan yang ideal
adalah :
1.
Tidak ada mtif tertentu dari pengader
2.
Lingkup tujuan konkrit dan tidak
muluk-muluk
3.
Keteladanan dari pengader
4.
Kompetensi pengader yang mumpuni
5.
Materi yang berbobot dan mudah dipahami
6.
Metodologi yang tepat
7.
Pembinaan dan pengarahan yang
berkelanjutan
Elemen-elemen dalam
kaderisasi :
1.
SC (Steering Comitte)
Tugasnya
: mengetahui raw material dari MaBa, nilai-nilai yang diberikan ada outcome
untuk MaBa, mengurusi proses awal sampai akhir.
2.
IC (Instructure Comite)
Tugasnya
: sebagai fasilitator, mempertahankan segala sesuatu yang dibutuhkan MaBa.
3.
OC (Organizing Comitte)
Tugasnya
: yang memberikan intruksi dan arahan serta dukungan kepada MaBa secara detail,
menjaga kondutivitas, merupakan panjang tangan dari SC dalam penanaman nilai.
Model pengkondisian :
1.
Solid Clustering: MaBa dibariskan dan IC
di depan, memberi kesempatan MaBa untuk berpendapat. (dilakukan saat opening
dan closing ceremony)
2.
Wide Apart Clustering : MaBa dibariskan
namun ada jarak dengan IC dan pengendali (IC) berkeliaran. (dilakukan saat
evaluasi)
3.
Distant Clustering : MaBa dikelompokkan
berdasarkan kesalahan, kesamaan untuk menguji kesolidan. (dilakukan saat
evaluasi)
4.
Personal Treatment : MaBa didekati oleh 1
IC, pendampingan maksimal 1 MaBa 3 IC.
Aditya Utama